Pemerintah Kabupaten Melawi menyampaikan apresiasi kepada Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI yang telah bertugas selama sekitar satu bulan. Acara pamit berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Melawi pada Kamis, 17 September 2026.
Sekretaris Daerah Drs. Paulus mengatakan dukungan personel, fasilitas, tenaga, dan edukasi TNI membantu pemerintah memperkuat pencegahan serta penanggulangan karhutla. Kehadiran tim juga memberi dukungan moral bahwa daerah tidak bekerja sendiri menghadapi dampak kemarau panjang.
Tim yang dipimpin Brigjen TNI Lukman Arif terdiri atas sekitar 23 personel dari berbagai unsur TNI. Mereka melakukan sosialisasi dan penyuluhan hingga tingkat desa untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam mencegah kebakaran.
Lukman menegaskan karhutla berulang berkaitan dengan aktivitas manusia, baik sengaja maupun tidak. Para pihak telah sepakat menunda kegiatan pembakaran selama kemarau panjang dan risiko kebakaran masih tinggi. Perusahaan juga didorong meningkatkan kolaborasi dengan warga sekitar, khususnya di kawasan terkait hak guna usaha.
Paulus menyebut kualitas udara Melawi masih tidak sehat, sehingga kebijakan belajar dari rumah sejak pertengahan Agustus 2026 belum dicabut. Pemkab terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan sebelum pembelajaran tatap muka dilanjutkan.
Kemarau turut memengaruhi ketersediaan air dan distribusi BBM. Surutnya sungai menghambat angkutan berkapasitas besar, sehingga pasokan BBM didistribusikan dari Pontianak menggunakan mobil tangki.
Kedua pihak berharap komunikasi antara TNI, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat tetap terpelihara untuk menghadapi potensi karhutla berikutnya.
Lukman menyampaikan terima kasih atas sambutan, pelayanan, dukungan transportasi, dan pendampingan pemerintah daerah selama tim menuju lokasi kegiatan. Acara pamit sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan kesiapsiagaan dan kesadaran bersama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
