Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa meminta kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan diperkuat hingga tingkat desa. Arahan disampaikan saat kunjungan kerja bersama Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI di Kecamatan Menukung, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan data BPBD Melawi, sejak Januari hingga 31 Agustus 2026 terdapat sedikitnya 30 kejadian karhutla dengan luas terdampak sekitar 1.683,358 hektare. Pemerintah kecamatan dan desa diminta membentuk Masyarakat Peduli Api untuk mendukung pencegahan, deteksi dini, dan penanganan awal.
Dadi mengatakan Pemkab Melawi telah melakukan penyesuaian anggaran untuk mendukung penanganan. Tantangan di lapangan meliputi keterbatasan peralatan, sumber air, dan akses menuju lokasi kebakaran sehingga koordinasi lintas sektor menjadi sangat penting.
Masyarakat diminta menghentikan sementara pembakaran lahan selama kemarau. Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI Brigjen TNI Lukman Arif mengajak seluruh unsur bekerja sama tanpa saling menyalahkan. Jika pemadaman belum maksimal, upaya minimal yang harus dilakukan adalah mencegah munculnya titik api baru.
Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi turut mengimbau penghentian aktivitas berisiko, termasuk membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Kepala desa diminta aktif menyampaikan imbauan kepada warga.
Dandim 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono menyampaikan bahwa dukungan personel Bawah Kendali Operasi telah dikerahkan, termasuk satu peleton atau sekitar 30 personel di Koramil Menukung. Camat Menukung Bujang juga melaporkan Satgas Karhutla kecamatan telah terbentuk dengan posko di Polsek Menukung Kota.
Seluruh pihak diharapkan meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, dan mencegah bertambahnya kebakaran melalui kerja bersama pemerintah, aparat, desa, dan masyarakat.
