Tujuh desa di Kecamatan Ella Hilir dilaporkan terdampak kebakaran hutan dan lahan. Desa Nanga Nyuruh menjadi wilayah paling terdampak dengan perkiraan sekitar 40 persen wilayah desa terbakar. Laporan tersebut disampaikan Camat Ella Hilir Miles saat kunjungan Bupati Melawi, Satgas Karhutla Mabes TNI, dan Forkopimda, Rabu (2/9/2026).
Pemerintah kecamatan telah mendirikan posko di Kantor Camat Ella Hilir. Posko didukung petugas kesehatan serta komunikasi dengan unsur pemadam dan pihak lain yang siap bergerak ketika muncul laporan kebakaran.
Bupati Melawi H. Dadi Sunarya Usfa Yursa menegaskan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diminta menunda pembukaan lahan dengan membakar selama kemarau. Camat dan kepala desa juga diminta mempercepat pembentukan Masyarakat Peduli Api.
Dari 19 desa di Ella Hilir, baru satu desa yang telah membentuk MPA. Pemerintah menargetkan pembentukan organisasi tersebut di 18 desa lainnya segera diselesaikan. Mulai tahun anggaran 2027, pemerintah desa diminta mengalokasikan dana untuk peralatan pemadam.
Kendala utama petugas meliputi keterbatasan alat, sulitnya akses, dan minimnya sumber air. Brigjen TNI Lukman Arif menekankan koordinasi, edukasi, sekat bakar, kesiapan alat, dan pengawasan hingga api padam. Kapolres Melawi AKBP Askhabul Kahfi juga mengingatkan warga menghindari pembakaran sampah dan pembuangan puntung rokok di lokasi rawan.
Dandim 1205/Sintang Letkol Arm Anggit Wijaksono menyebut bantuan BKO dua kompi dari Jawa telah dikerahkan, dengan rencana satu peleton di setiap koramil atau kecamatan. Dua helikopter yang ditempatkan di Sintang juga dapat membantu Melawi, terutama untuk titik api yang sulit dijangkau lewat darat.
