Pemerintah Kabupaten Melawi memperkuat penanganan karhutla di Kecamatan Belimbing setelah titik panas masih ditemukan di sejumlah desa. Kondisi tersebut dibahas saat kunjungan Pemkab bersama Satgas Karhutla Mabes TNI di Posko Kecamatan Belimbing, Jumat (4/9/2026).
Camat Belimbing Vivi Sukiyanti melaporkan 17 titik panas di Desa Nusa Kenyikap, masing-masing enam di Batu Nanta dan Sepantonak, empat di Upit, serta tiga di Laman Bukit. Wilayah Laman Bukit membutuhkan perhatian karena akses menuju lokasi cukup sulit.
Penanganan menghadapi medan berat, keterbatasan sumber air, serta sarana pemadaman yang belum memadai. Satgas yang melibatkan Polsek, Koramil, pemerintah desa, dan relawan Masyarakat Peduli Api terus melakukan pemadaman dan penyisiran.
Wakil Bupati Melawi Malin menyebut peralatan lapangan sangat terbatas hingga sebagian warga menggunakan alat semprot pertanian. Di tengah keterbatasan anggaran daerah dan desa, pencegahan harus menjadi prioritas bersama.
Masyarakat diminta menunda pembakaran untuk membuka kebun, ladang, ataupun membakar sampah. Pemerintah kecamatan dan desa harus terus menyampaikan imbauan serta memastikan laporan kebakaran ditangani sedini mungkin.
Ketua Tim Satgas Mabes TNI Brigjen TNI Lukman Arif meminta strategi pemadaman disesuaikan dengan medan dan diprioritaskan untuk menghentikan api sebelum mencapai permukiman. Langkah ini juga penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat asap.
Perusahaan di sekitar wilayah rawan didorong membantu peralatan, sumber air, logistik, dan personel. Penanganan tidak dapat hanya mengandalkan relawan, melainkan membutuhkan gerak bersama pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, dan dunia usaha.
Pemkab menyerahkan beras, paket sembako, serta uang tunai kepada Posko Karhutla Kecamatan Belimbing. Pemantauan, penyisiran, dan pemadaman akan terus dilakukan terhadap titik api yang masih aktif.
